Empat Lawang
Gubernur H Herman Deru secara resmi membuka Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) Ke – XVI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025 yang di ikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah yang mana kegiatan itu di selenggarakan di Kawasan Pulo Mas, Kamis (6/11/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur H Herman Deru menegaskan bahwa transformasi teknologi adalah kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Empat Lawang sebagai kabupaten pelopor pertanian modern di Sumatera Selatan.
Bupati Empat Lawang Joncik mengatakan akan mengangkat tema“Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan”acara dua tahunan ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan (atau yang mewakili), Ketua KTNA Nasional, serta ribuan peserta KTNA dari seluruh kabupaten/kota se-Sumsel, ekonomi, melainkan simbol harga diri, ketahanan nasional, dan kemandirian rakyat, ujarnya.
Di tengah arus Revolusi Industri 4.0 menuju 5.0 dan perubahan iklim global, kita harus berani berubah dan tidak lagi bertumpu pada cara-cara lama. Teknologi adalah kunci swasembada pangan masa depan.
Bupati Joncik menyoroti peran strategis sektor pertanian dalam visi Empat Lawang Madani (Makmur, Aman, Damai, Agamis, Nasionalis, dan Indah). Ia memaparkan capaian signifikan daerahnya melalui Program Mandiri Benih Tanaman Pangan (MANTAP) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
* Penerima Bantuan Terbesar : Empat Lawang tercatat sebagai penerima bantuan benih terbesar di Sumsel, mencakup 233 hektare lahan dan 11 Kelompok Penangkaran aktif.
* Produksi Unggul : Berkat Program MANTAP, Empat Lawang berhasil memproduksi 684 ton benih padi unggul pada awal 2024. Bahkan, penangkar secara swadaya melanjutkan produksi, menghasilkan 210 ton benih yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga membantu kabupaten lain.
* Menuju Kemandirian : “Semua capaian ini menunjukkan bahwa Empat Lawang tengah menuju kemandirian benih dan siap menjadi salah satu sentra produksi benih padi unggul di Sumatera Selatan,” tegasnya.
Empat Pilar Kebijakan Transformasi Pertanian untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan seperti padi, kopi, karet, cabai, dan jagung, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berkomitmen mendorong transformasi pertanian berbasis inovasi dan teknologi digital melalui empat.
kebijakan strategis :
* Digitalisasi Data dan Sistem Informasi Pertanian (GIS) : Untuk memetakan lahan dan potensi komoditas unggulan secara akurat, presisi, dan berbasis data.
* Digitalisasi Pertanian dan Modernisasi Alsintan : Memfasilitasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas serta daya saing petani.
* Regenerasi Petani dan Literasi Teknologi : Mencetak petani milenial yang melek teknologi, kreatif, dan berjiwa kewirausahaan.
* Integrasi Hulu–Hilir Pertanian dan Agroindustri : Menciptakan rantai pasok yang efisien, meningkatkan nilai tambah produk olahan, dan menyejahterakan petani.
KTNA sebagai Lokomotif Perubahan
Bupati Joncik berharap PEDA KTNA Ke XVI ini menjadi lebih dari sekadar ajang lomba, tetapi juga forum pembelajaran, inovasi, dan inspirasi.
Saya berharap KTNA Kabupaten Empat Lawang dapat menjadi lokomotif perubahan, wadah lahirnya ide-ide inovatif, tempat berbagi pengalaman, serta ruang kolaborasi antarpelaku pertanian, tutupnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi Pentahelix (ABG.COM) Akademisi, Swasta, Pemerintah, Komunitas, Masyarakat, dan Media Massa untuk mendukung petani sebagai subjek utama pembangunan pangan.
Acara PEDA KTNA Ke-XVI Sumsel Tahun 2025 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pertanian berbasis teknologi, sekaligus tonggak menuju Empat Lawang yang Madani.
Dalam pembukaan PEDA KTNA Ke XVI Turut juga menghadiri tokoh penting di antaranya
Gubernur Sumatera Selatan
Kapolda Sumatera Selatan
Kepala Daerah Se – Sumsel
• Ketua KTNA Nasional.
• Ketua KTNA Provinsi Sumatera Selatan Beserta Jajaran.
• Unsur FORKOPIMDA Kabupaten Empat Lawang.
(Cadafi/red)














